khutbah09

AKIBAT KESERAKAHAN

اْلحَمْدُ ِلله, اْلحَمْدُ ِللهِ الَّذِى جَنَّبَ عَذَابَهُ عَنِ اْلأَتْقَى، أَشْهَدُ أَنْ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَهَادَةً تُنْجِى قَائِلَهَا مِنْ جَمِيْعِ الرَّدَى. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُجْتَبَى، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى.

(اَمَّا بَعْد) فَيَا اَيُّهَاالنَّاسْ. اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاحْذَرُوا الْمَعَاصِى فَإِنَّهَا مُوْجِيْبَاتٌ لِلْخُسْرَانْ.

أعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم. وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوْدًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلاَّ مُفْتَرُوْنَ (هود: 50)

Hadirin jamaah jum’at yang dirahmati Allah!

Kaum ‘Ad, yang namanyadiabadikan di dalam al-Qur’an, adalah

seorang konglomerat yang sangat kaya. Dengan kekayaannya

yang melimpah ia bisa membeli kekuasaan raja-raja.

Pengaruhnya sangat luar biasa sehingga tak seorangpun berani

menentangnya.

‘Ad memiliki dua orang putra yang bernama Syidad dan Syadid.

Sepeninggal ayahnya, kedua anak ini bersaing untuk memperebutkn harta warisan yang melimpah. Masing-masing

merasa lebih berhak, tanpa ada keinginan untuk saling berbagi.

Perebutan harta warisan ini berakhir dengan terbunuhnya Syadid di tangan saudaranya sendiri.

Di masa kecilnya, Syidad pernah mempelajari kitab suci. Ia

sangat tertarik dengan gambaran surga yang ada di dalamnya.

Dengan harta warisan yang kini menjadi miliknya sendiri, ia

terobesesi untuk mewujudkan surga di bumi.

Niat itu segera ia kemukakan panjang lebar kepada raja-raja yang menjadi kroninya. Tak seorangpun di antara yang hadir menolak rencana itu. Sebaliknya mereka mempersilakan Syidad untuk memintanya memerintahkan apa saja, termasuk mengumpulkan permata, emas dan perak dari seluruh penjuru negeri.

Dengan mengerahkan 300 arsitek kenamaan, proyek raksasa ini

dimulai. Dicarinya lokasi yang paling tepat sesuai dengan yang pernah tergambar dalam kitab suci. Lokasi itu ditumbuhi pohon-pohon rindang yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang amat jernih.

Belum pernah ada bangunan seindah dan semegah taman surga

impian Syidad. Dindingnya terbuat dari emas dan perak,

dengan hiasan permata, intan merah, dan jamrud hijau.

Taman-tamannya luas juga dan indah mempesona. Selain

dipenuhi dengan pohon-pohonan yang rindang, para arsiteknya

sengaja membuat pepohonan tiruan yang daun-daunnya dihiasai

mutiara dan intan merah. Dahan-dahannya dilapisi mutiara dan

permata putih. Air yang mengalir di bawahnya ditaburi minyak

misik dan ambar yang mewangi. Luar biasa.

Akan tetapi ada yang lebih luar biasa lagi, bahwa bangunan ini

terbuat dari bahan-bahan yang diperoleh dari harta rakyat yang

dirampas, baik melalui undang-undang resmi maupun kekuasaan militer. Semua harta kekayaan rakyat dirampas habis, tak bersisa. Sampai-sampai seorang anak yatim yang hanya mempunyai anting-anting emas yang melekat di telinganya, juga ikut dipaksa menyerahkan miliknya.

Bagi para pembesar negara, perhiasan anak yatim yang nilainya

hanya 2 dirham itu tak mempunyai arti sama sekali. Akan tetapi

sebaliknya bagi anak yatim yang terlantar. Dengan tangis pilu, ia dongakkan kepalanya, ia angkat tangannya, kemudian ia berdoa: “Ya Allah, Engkau telah mengetahui segala sesuatu yang dilakukan oleh si zhalim itu. Tolonglah kami ya Allah, Dzat yang sebaik-baiknya penolong.”

Doa yang diamini para malaikat itu segera dikabulkan oleh Allah swt. Maka tak lama kemudian di saat Syidad hendak melakukan sidak, Allah mendatangkan bencana atas dirinya. Syidad bersama ratusan kroninya mati secara nista sebelum menyaksikan taman surga yang menjadi obsesinya.

Allah SWT berfirman:

وَتِلْكَ عَادٌ جَحَدُوْا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهُ وَاتَّبَعُوْا أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ (هود: 59)

Dan itulah (kisah) kaum ‘Aad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai Rasul-Rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). (QS. Huud: 59)

Dalam ayat lain, Allah menjelaskan:

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوْا بِرِيْحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ (الحاقة:6)

Adapun Kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang. (al-haaqah: 6)

Hadirin jamaah jum’at yang dirahmati Allah!

Kisah di atas tentu sudah banyak mengalami perubahan dari

cerita aslinya. Ada pengurangan, penambahan, penyembunyian

atau penonjolan di sana-sini. Meskipun demikian kisah-kisah

seperti ini mengandung pelajaran dan hikmah yang sangat luas.

Salah satu pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa harta itu

sama dengan pisau bermata dua. Di satu sisi ia memberikan

manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, tapi di sisi lain

justru bisa menghancurkannya. Di tangan orang-orang yang

serakah, seperti Syidad, harta itu tidak mendatangkan kemaslahatan hidup, tapi justru memicu kerusakan di mana-mana.

Orang yang serakah tidak pernah puas dengan harta yang sudah

dimilikinya. Sudah punya segunung emas, ia ingin dua gunung.

Punya satu istana, ingin punya dua, tiga dan seterusnya. Tak

cukup memiliki rumah mewah di dalam negeri, ia pun membeli

beberapa istana di manca negara.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

Seandainya seorang anak Adam telah memiliki dua lembah harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiganya. Dan tak akan merasa puas perutnya, melainkan dengan dimasukkan ke dalam tanah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika yang serakah itu orang biasa-biasa saja barangkali tidak

terlalu besar pengaruhnya. Jikapun ada yang dirugikan akibat

keserahannya, barangkali hanya satu sampai sepuluh orang saja.

Akan tetapi jika yang serakah itu orang yang sedang memegang

kekuasaan atau anaknya orang yang berkuasa, maka kerugiannya bisa berlipat ganda. Negara dirugikan, dan rakyat

menjadi tumbalnya.

Pertumpahan darah pertama kali terjadi di dunia ini akibat

keserakahan manusia. Qabil membunuh saudara kandungnya

sendiri karena didorong oleh keserakahan, ingin menguasai istri

adiknya. Dari sifat serakah itu tumbuh iri hati. Tidak boleh ada

orang lain memperoleh hal yang sama dengan dirinya, apalagi

lebih.

Syidad dalam kisah di atas barangkali contoh yang amat ekstrem. Ia tidak hanya ingin menandingi sesama manusia, tapi ingin bertanding dengan Allah swt. Ia ingin memiliki istana atau taman surga sebagaimana yang pernah dijanjikan Allah kepada manusia yang beriman dan beramal shalih.

Akibat keserakahan ini, ia menghalalkan segala cara. Harta rakyat dirampok untuk memenuhi obsesinya. Tak terkecuali rakyat kecil diperas hingga tak keluar lagi airnya. Bila rakyat kecil sudah terzhalimi, Allah pasti akan membelanya. Doa mereka dikabulkan, permintaan mereka dipenuhi.

Rasulullah telah bersabda:

“Waspadalah terhadap doanya orang yang dizhalimi. Sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada tabir penyekat.” (Mashabih as-Sunnah)

Hadirin jamaah jum’at yang dirahmati Allah!

Jerit tangis rakyat kecil memang tidak ada yang memperhatikan

di dunia ini. Keberadaan mereka tidak diperhitungkan, kecuali

pada saat-saat menjelang pemilu saja. Pengaduan mereka tak

pernah digubris. Tuntutan mereka tak pernah dilayani. Jangankah diajak berdialog, sedang ditemui secara baik saja itu sudah istimewa. Yang terbanyak, mereka justru diusir, dicaci-maki, dan dituduh macam-macam. Banyak di antaranya yang diseret ke sel, baik melalui jalur hukum maupun yang asal masuk saja.

Kezhaliman itu bisa berupa kezhaliman politik, ekonomi, dan

hukum. Semua bentuk aniaya itu melahirkan ketidakadilan,

pemerkosaan hak, dan pelanggaran hukum. Dalam jangka pendek mungkin kelihatannya menguntungkan pihak yang berbuat zhalim, tapi dalam jangka menengah dan panjang sebaliknya, senjata itu akan makan tuannya sendiri. Orang-orang sombong itu sama dengan membuat lubang untuk mengubur dirinya sendiri.

Tetapi pada kenyataannya, mengapa masih banyak orang yang berbuat zhalim?

Banyak faktor yang mendorongnya. Bisa karena terdorong oleh

kecintaannya yang sangat terhadap dunia, baik berupa wanita,

tahta, maupun harta. Atau karena dorongan nafsu serakah,

sehingga menjadikannya haus dan lapar tiada habis-habisnya.

Kezhaliman juga bisa karena dorongan hasad, iri atau dengki.

Seseorang yang sudah dijangkiti penyakit hati seperti ini akan

terdorong untuk berbuat apa saja, asal dapat memuaskan hatinya.

Ukuran puas baginya, adalah apabila melihat orang lain menjadi menderita karena ulahnya. Kezhaliman seperti ini sungguh sangat berbahaya, apalagi jika menimpa orang-orang yang menggenggam kekuasaan dan kekuatan, senjata ataupun harta.

Karena dampak kezhaliman itu ganda, merugikan korban dan

pelakunya, maka Rasulullah menganjurkan kepada kita agar menolong keduanya. Orang yang dizhalimi hendaknya ditolong dengan berbagai bantuan materi dan mental spritual, sedangkan orang yang berbuat zhalim hendaknya juga ditolong dengan cara dicegah. Jika tidak, Allah akan segera mendatangkan bencana yang besar kepada mereka.

Hadirin jamaah jum’at yang dirahmati Allah!

Dari uraian diatas bahwa dalam berbisnis atau bertindak, hendaknya kita menghindari sifat serakah karena yang demikian akan menghancurkan diri kita. Dampak dari serakah itu banyak sekali diantaranya adalah Penyakit hati, merugikan orang lain, menimbulkan malapetaka, mata hati dan pendengarannya tuli, pintu masuknya setan  dan keserakahan membawa kita kepada kesengsaraan. Akan tetapi hendaknya kita meiliki sifat-sifat yang baik yaitu sifat zuhud, wara’ (hati-hati), qanaah (merasa puas atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kita), pandai mengatur waktu untuk kepentingan dunia dan akhirat, dan pandai mensyukuri nikmat yang ada. Selain itu, kita juga harus meluruskan seluruh niat dalam berusaha, yaitu semata-mata dalam rangka mengabdi kepada Allah guna mendapatkan ridha-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْم. وَنَفَعَنِــى وَاِياَّكُـْــم بِمَا فِـْـيهِ مِنَ اْلايآتِ وَالذِّكْــرِ الْحَكِـْـيم. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم .

***

الْحَمْدُ ِلله، الْحَمْدُ ِلله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرْ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا  مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرْ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ الْغُرَرْ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهْ، اِتَّقُوا الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن. وَاعَلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهْ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهْ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن، وَمَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات وَالْمُسْلِمِيْنِ وَالْمُسْلِمَات اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَات، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَات يَا قَاضِىَ الْحَاجَات وَيَا كَافِىَ الْمُهِمَّات بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْن، وَاخْذُلِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْن. اللهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْن وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلُمْسلِمِيْن. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا لَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحِسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن وَلِذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

«

»
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.